BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIAj
Diajukan
Guna Melengkapi Tugas Akhir Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Oleh :
1. Yoni Maharani
2. Vita Indah Sari
3. Septina Wulandari
4. Rinda Wahyuningtyas
5. Pingkan Agustina
6. Galuh Setyo Asih
7. Anisa Aprilia
KELAS XI IA 2
JURUSAN ILMU ALAM
SMA PGRI PURWOHARJO
BANYUWANGI
2013
_______________________________________________________
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis persembahkan
untuk :
1.
Kepala SMA PGRI Purwoharjo;
2.
Bapak / Ibu guru dan Staff Karyawan;
3.
Pembimbing Karya Tulis;
4.
Wali Kelas;
5.
Anggota Kelompok ;
6.
Siswa-siswi SMA PGRI Purwoharjo.
______________________________ ii ______________________________
MOTO
Matikan rokok anda sekarang !
Sebelum rokok yang mematikan anda dan orang di
sekitar anda
Tubuh yang sehat adalah jembatan menuju masa depan.
PENGESAHAN
Karya Tulis yang berjudul :
BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIA
telah disahkan pada tanggal 21 Februari 2013.
MENGETAHUI
Pembimbing
Karya Tulis Wali Kelas
SUSIATI,
S.Pd ARISTA PRIYA,S.Pd
Mengesahkan Kepala
SMA PGRI PURWOHARJO
MARMUJI
HARI, M.Pd
NIP. 19600520
198603 1025
__________________________________ iv _________________________________
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena berkat
rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul
“Bahaya Merokok”.
Penulis
juga mengucapkan terimakasih kepada :
1.
Kepala SMA PGRI
Purwoharjo;
2.
Bapak dan Ibu
guru;
3.
Pembimbing karya
tulis;
4.
Anggota
kelompok;
5.
Semua pihak yang
telah membantu penelitian ini.
Dengan karya
tulis ini penulis berharap para pembaca dapat mengambil hikmah hasil penelitian
yang telah penulis buat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang
sepadan atas bantuan yang telah diberikan dalam menyusun karya tulis ini.
Penulis
____________________________ v ___________________________
ABSTRAKSI
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70
hingga 120 mm (bervariasi
tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang
telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara
agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Diantara sekian banyak kebiasaan manusia salah
satunya adalah kebiasaan merokok. Merokok bukanlah hal yang di anggap tabu oleh
masyarakat, merokok kebanyakan di lakukan oleh anak yang masih duduk di bangku
sekolah. Ini sangat memprihatinkan bahwa di dalam rokok banyak zat beracun yang
akan mengganggu kesehatan tubuh.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat
menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Adapun zat-zat berbahaya yang
terdapat pada rokok yaitu nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida,
hydrogen sianida, dan lain-lain.
Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap tahun,
yang dampak negatifnya akan dirasakan baik cepat maupun lambat. Menurut
Menteri Kesahatan Indonesia Tahun 2004 Bapak Dr. Achmad Sujudi, kebiasaan
merokok di Indonesia
cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional)
penduduk Indonesia
usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya
jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia
merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia.
Melihat kenyataan yang ada pada uraian di atas,
dapat di katakana bahwa rokok itu lebih banyak dampak negatifnya dari pada
positifnya. Apabila hal ini dibiyarkan terus-menerus, maka akan mengakibatkan
permasalahn yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Seharusnya, masyarakat
sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh.
_________________________________ vi ____________________________
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
……………………………………………………………… i
PERSEMBAHAN
………………………………………………………………… ii
MOTO ……………………………………………………………………………… iii
PENGESAHAN
…………………………………………………………………… iv
KATA PENGANTAR
……………………………………………………………. v
ABSTRAKSI ……………………………………………………………………… vi
DAFTAR ISI
……………………………………………………………………… vii
I.
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang ……………………………………………………………. 1
1.2.Rumusan
masalah …………………………………………………………. 1
1.3.Tujuan
Penulisan …………………………………………………………... 1
1.4.Manfaat
penelitian ………………………………………………………..... 2
1.5.Definisi
operasional ………………………………………………………... 2
II.
LANDASAN
TEORI
2.1.Pengertian
rokok ……………………………………………………….… 3
2.2.Zat-zat
beracun dan dampaknya ………………………………………….... 3
2.3.Jenis
rokok ……………………………………………………………….. 5
III.
METODE
PENELITIAN
3.1.Rancangan
dan Jenis Penelitian ………………………………………….... 6
3.2.Penentuan
responden …………………………………………………….. 6
3.3.Data
dan sumber data ……………………………………………………. 6
3.4.Teknik
pengumpulan data ……………………………………………….. 6
3.5.Teknik
analisis data ……………………………………………………… 7
3.6.Prosedur
penelitian ………………………………………………………. 7
IV.
PEMBAHSAN
4.1.Bahaya
rokok bagi kesehatan ……………………………………………. 8
4.2.Bahaya
yang di timbulkan rokok …………………………………….......... 8
4.3.Cara
mengatasi permasalahan …………………………………………..... 10
V.
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
………………………………………………………………. 11
5.2.Saran
……………………………………………………………………... 11
DAFTAR PUSTAKA
……………………………………………………………… 12
LAMPIRAN
……………………………………………………………………….. 13
________________________________ vii _______________________________
I.
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai
dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang, dan sebagainya. Di antara sekian
banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat
merugikan bagi kesehatan mereka. Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering
dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita, meskipun
yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini
sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok
terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan
warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan
mereka yang tidak baik. Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan
pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok
perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung
di dalamnya. Berdasarkan uraian di atas penulis mengambil judul Bahaya Merokok
bagi Kesehatan Tubuh Manusia.
1.2.RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan
masalah karya tulis ini adalah :
1) Bagaimanakah pengaruh merokok bagi kesehatan ?
2) Bagaimakah cara menghindari rokok ?
3) Bagaimanakah cara mengatasi kecanduan merokok ?
1.3. TUJUAN PENULISAN
Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap
tahunnya, yang nantinya dampak negatifnya akan kita rasakan juga baik cepat
ataupun lambat. Sehingga dengan dibuatnya makalah ini masyarakat diharapkan
dapat:
a.
Mengetahui tentang seluk beluk rokok dan zat racun yang dikandungnya
b.
Mengetahui seberapa besar dampak rokok bagi kesehatan tubuh
c.
Mengurangi bahkan berhenti merokok setelah mengetahui dampak yang di
timbulkan
1.4.MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian antara lain :
1. Bagi peserta didik, penelitian ini dapat menjadi
acuan untuk meningkatkan prestasi belajar,
2. Bagi guru Bahasa Indonesia,
3. Bagi peneliti selanjutnya,
1.5.DEFINISI OPERASIONAL
Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran maka perlu
dilakukan penegasan terhadap pengertian istilah-istilah yang digunakan. Adapun
istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Merokok adalah Merokok adalah membakar tembakau yang
kemudian dihisap asapnya baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa.
2. Rokok adalah silinder
dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi
tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang
telah dicacah
_________________________________ 1 ______________________________
II.
LANDASAN TEORI
2.1. PENGERTIAN ROKOK
Rokok merupakan benda yang sudah tak
asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan
meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti
dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah
diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok
meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan
gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring,
kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan
kehamilan dan cacat pada janin.
2.2. ZAT-ZAT BERACUN DAN DAMPAKNYA
Sebagaimana kita ketahui di dalam
asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia
beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen)
dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida,
amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan
perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok. Tapi diantara
zat – zat yang disebutkan tadi, ada 3 zat yang paling berbahaya yang terkandung
di dalam sebatang rokok. Zat – zat itu adalah:
2.2.1.
Tar
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.
2.2.2.
Nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
2.2.3.
Karbon Monoksida (CO)
Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga dapat menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para wanita perokok lebih beresiko ( daripada wanita non perokok ) mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi ( pil KB).Karena itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog ) umumnya segan memberi pil KB pada wanita yang merokok.
Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga dapat menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para wanita perokok lebih beresiko ( daripada wanita non perokok ) mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi ( pil KB).Karena itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog ) umumnya segan memberi pil KB pada wanita yang merokok.
2.2.4.
Sianida
senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− tidak beracun
senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− tidak beracun
2.2.5.
Kadmium
Suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia.
Suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia.
2.2.6.
Amonia
senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
2.3.JENIS ROKOK
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini
didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku
atau isi rokok, proses pembuatan rokok,
dan penggunaan
filter pada rokok.
2.3.1. Rokok
berdasarkan bahan pembungkus.
1) Klobot: rokok yang bahan
pembungkusnya berupa daun jagung.
2) Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
3) Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
4) Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
2.3.2. Rokok
berdasarkan bahan baku
atau isi.
1) Rokok Putih: rokok yang
bahan baku atau
isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan
efek rasa dan aroma tertentu.
2) Rokok Kretek: rokok yang
bahan baku atau
isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang
diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
3) Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau,
cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan
aroma tertentu.
2.3.3. Rokok
berdasarkan proses pembuatannya.
1) Sigaret Kretek Tangan (SKT):
rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau
dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu
sederhana.
2) Sigaret Kretek Mesin (SKM):
rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok
dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok.
Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini
mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai
delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan
dengan mesin pembungkus rokok sehingga
keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam
bentuk pak. Ada
pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam
pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum
ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter
pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan
lingkarujung rokok sama
besar.
1) Rokok Filter (RF):
rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
2) Rokok Non Filter (RNF):
rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.
_______________________________ 2 __________________________
III.
METODE PENELITIAN
3.1.Rancangan dan jenis penelitian
Dalam penelitian ini digunakan
Metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang memiliki karakteristik alami (natural
setting) sebagai sumber data lansung, deskriptif, proses lebih dipentingkan
dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan
secara analisa induktif dan makna merupakan hal yang esensial.
Ada 6 (enam) macam metodologi
penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu: etnografis,
studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories, dan penelitian
tindakan kelas.
Dalam hal ini penelitian yang digunakan
adalah penelitian studi kasus (case study), yaitu: suatu penelitian yang
dilakukan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan
sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial: individu, kelompok,
lembaga, atau masyarakat.
3.2.Penentuan responden
Peneliti menentukan responden dengan cara metode
acak. Yaitu dari berbagai kalangan remaja, orang dewasa, perempuan ataupun
laki-laki. Responden dari beberapa orang menunjukkan bahwa rokok sangat
berbahaya bagi tubuh manusia.
3.3.Data dan sumber data
Data dari penelitian ini berupa kesehatan dari orang
yang melakukan aktivitas merokok. Sebagian besar orang-orang yang merokok
mengeluh mengalami batuk-batuk dan sesak napas.
Sumber data di peroleh dari artikel dari internet,
hasil wawancara, dokumen, buku, dan catatan tertulis lainnya.
3.4.Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data pada penelitian
ini adalah wawancara dan dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena
dapat di mengerti maknanya secara baik, apabila dilakukan interaksi dengan
subyek melalui wawancara mendalam pada latar, dimana fenomena tersebut
berlansung dan di samping itu untuk melengkapi data diperlukan dokumentasi
(tentang bahan-bahan yang ditulis oleh atau tentang subyek).
a. Wawancara adalah
percakapan dengan maksud tertentu. Maksud digunakannya wawancara anatara lain
adalah (a) mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi,
perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain, (b) mengkonstruksikan
kebulatan-kebulatan demikian yang dialami masa lalu.
b. Dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non
insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.
3.5.Teknik analisis data
Setelah semua data terkumpul, maka langka berikutnya adalah
pengelolahan dan analisa data. Yang di maksud dengan analisis data adalah
proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil
wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan
data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang
lain.
3.6.Prosedur penelitian
Tahapan-tahapan penelitian ini ada tiga tahapan dan ditambah
dengan tahap terakhir penelitian yaitu tahap penulisan laporan hasil
penelitian.
Tahap
1 : tahap
pra lapangan, yang meliputi menyusun rancangan penelitian, memilih
lapangan
penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan
lapangan,
memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan
penelitian
dan menyangkut persoalan etika penelitian.
Tahap
2 : tahap
pekerjaan lapangan, yang meliputi memahami latar penelitian dan
persiapan
diri, memasuki lapangan dan berperan serta sambil mengumpulkan
data.
Tahap
3 : tahap
analisis data, yang meliputi analisis selama dan setelah pengumpulan
data
Tahap
4 : tahap
penulisan hasil laporan penelitian.
__________________________ 3 _________________________
IV.
PEMBAHASAN
4.1.BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN
Mungkin sudah bukan hal yang biasa lagi jika kita
mendengar bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, karena
sebenarnya sudah banyak peringatan dan pesan yang sering kita dengar dari
berbagai media mengenai bahaya rokok tersebut bahkan
sebenarnya sudah ada peringatan mengenai bahaya rokok tersebut di kemasan rokok
itu sendiri. Tapi anehnya tetap saja masih banyak orang yang merokok, entah hanya sekedar
pengen di anggap sebagai anak gaul atau mungkin sudah menjadi kebutuhan bagi
dirinya. Yang jelas apapun alasannya , kita harus sejak dini mengindari rokok tersebut, sebab
efek dari asap rokok tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan
mulai dari yang ringan hingga yang berat yang bisa membawa kita kepada
kematian. Bukan hal yang terlalu berlebihan,. Jika saya mengatakan hal
tersebut, namun memang seperti itulah efek negatif dari merokok.
Mungkin kita tidak akan merasakan efeknya secara langsung akan tetapi efeknya
akan terasa dalam jangka waktu yang lama.
Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit
dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang
yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit
melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki
latar belakang depresi.
4.2.BAHAYA YANG DITIMBULKAN ROKOK
Berikut
adalah beberapa bahaya atau penyakit yang di timbulkan oleh rokok :
4.2.1.
Kanker Paru
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru.
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru.
4.2.2.
Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.
4.2.3.
Kanker Payudara
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
4.2.4.
Kanker Serviks
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.
4.2.5.
Kanker Kerongkongan
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
4.2.6.
Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).
4.2.7.
Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
4.2.8.
Kanker Mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
4.2.9.
Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
4.2.10.
Serangan Jantung
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
4.2.11.
Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.
4.2.12.
Aterosklerosis
Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.
Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.
4.2.13.
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
4.2.14.
Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
4.2.15.
Gangguan medis lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.
4.3. CARA MENGATASI PERMASALAHAN
Beberapa
cara yang dapat kita lakukan supaya kit adapt terhindar dari bahaya asap rokok
adalah sebagai berikut :
4.3.1.
Pedidikan
keimanan yang sungguh – sungguh untuk setiap individu masyarakat agar mereka
sadar betapa bahaynya menghisap rokok.
4.3.2.
Adanya teladan
yang baik bagi sang anak baik di rumah, di sekolah, maupun di sekitar
lingkungannya.
4.3.3.
Melarang Oknum
guru untuk merokok di depan siswa saat mengajar.Mengapa? karena kita ketahui
bahwa tugas guru adalah sebagai suri tauladan bagi siswanya di sekolah. Jadi
wajar saja kalau guru harus memberi contoh yang baik bagi siswanya.
4.3.4.
Penyuluhan yang
gencar dan intensif dari Instansi terkait. Dengan jalan ini diharapkan jumlah
perokok akan berkurang, karena mereka memperoleh pengetahuan langsung tentang
bahaya rokok bagi kesehatan mereka.
Bagi
perokok mungkin akan sangat sulit untuk berhenti. Dengan melakukan sedikit
perubahan kecil itu akan sangat membantu, terlebih lagi jika ada niat yang sungguh-sungguh.
__________________________ 4 _________________________
V.
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian di atas,
dapat dikatakan rokok itu lebih banyak mudharatnya (dampak negatifnya) dari
pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan
mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan
seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.
Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia .
5.2. Saran
Berdasarkan uraian di atas dihimbau kepada semua
orang agar dapat sadar akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera
meninggalkan kebiasaan merokoknya, agar kesehatan mereka tetap terjaga dan
dapat menjadikan tubuh mereka sehat dan terhindar dari penyakit yang mengancam
jiwa mereka.
_________________________ 5 _________________________
DAFTAR
PUSTAKA
Saktyoati, D. 2008.Bahya Merokok.Depok: Arya Duta.
Permathic.,2012,
Bahaya Rokok Bagi kesehatan Dan Cara Berhenti Merokok, [online], (http://permathic.blogspot.com/2012/06/bahaya-rokok-bagi-kesehatan-dan-cara.html,
diakses tanggal 13 Februari 2013)
Wikipedia.,2013, Rokok, [online], (http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok,
diakses tanggal 13 Februari 2013)
TRIYONO.,2009, Bahaya Rokok Bagi
remaja, [online], (http://waskitamandiribk.wordpress.com/2009/12/03/bahaya-rokok-bagi-remaja/,
diakses tanggal 13 Februari 2013)
LAMPIRAN 1
Siswa : Selamat pagi pak!
P.Anto : selamat pagi
Siswa : sebelumnya apakah saya
boleh meminta waktu bapak sebentar ?
P.Anto : Oh, boleh-boleh saja
Siswa : saya ingin mengajukan beberapa
pertanyaan untuk bapak ? apakah
bapak bersedia
?
P. Anto : Iya, Silahkan
Siswa
: bapak merokok ?
P.
Anto : Iya
Siswa
: alasan bapak merokok apa, pak
?”
P.
Anto : alasannya saya hanya ingin
mencoba saja awalnya, tapi keterusan
sampai sekarang.
Siswa
: lalu, sejak kapan bapak merokok
?”
P.anto
: kira-kira baru 3 tahun terakhir
ini
Siswa
: apakah setelah merokok anda
mengalami gangguan kesehatan ?
P.
Anto : mungkin hanya batuk-batuk,
tapi saat awal-awal saya juga mengalami
sesak napas.
Siswa
: dalam sehari bapak sanggup
menghabiskan berapa rokok ?
P.
Anto : mungkin sekitar 1-2 pack
Siwa
: kalau satu pack itu isinya
berapa pak ?
P.
Anto : satu pack itu isinya ada yang
12, ada juga yang 16, tapi kalau saya
biasanya yang isi 12
Siswa
: baik, kalau begitu terimakasih
atas waktunya. Saya permisi dulu.
P.
Anto : Iya.
______________________ 7 _______________________
LAMPIRAN II


________________________ 8 _______________________
Credit : Yoni Maharani / XI IA 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar