Laman

Rabu, 20 Februari 2013

CONTOH KARYA TULIS BAHASA INDONEISA


BAHAYA MEROKOK BAGI  KESEHATAN TUBUH MANUSIAj



Diajukan Guna Melengkapi Tugas Akhir Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia





Oleh :

1.      Yoni Maharani
2.      Vita Indah Sari
3.      Septina Wulandari
4.      Rinda Wahyuningtyas
5.      Pingkan Agustina
6.      Galuh Setyo Asih
7.      Anisa Aprilia




KELAS XI IA 2
JURUSAN ILMU ALAM
SMA PGRI PURWOHARJO
BANYUWANGI
2013

_______________________________________________________



PERSEMBAHAN


Karya tulis ini penulis persembahkan untuk :

1.      Kepala SMA PGRI Purwoharjo;
2.      Bapak / Ibu guru dan Staff Karyawan;
3.      Pembimbing Karya Tulis;
4.      Wali Kelas;
5.      Anggota Kelompok ;
6.      Siswa-siswi SMA PGRI Purwoharjo.











______________________________ ii ______________________________



MOTO



Matikan rokok anda sekarang !
Sebelum rokok yang mematikan anda dan orang di sekitar anda

Tubuh yang sehat adalah jembatan menuju masa depan.











______________________________ iii _____________________________


PENGESAHAN


Karya Tulis yang berjudul :
BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIA
telah disahkan pada tanggal 21 Februari 2013.



MENGETAHUI

               Pembimbing Karya Tulis                                                                     Wali Kelas






                     SUSIATI, S.Pd                                                                 ARISTA PRIYA,S.Pd


Mengesahkan Kepala
SMA PGRI PURWOHARJO






MARMUJI HARI, M.Pd
NIP. 19600520 198603 1025





__________________________________ iv _________________________________



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul “Bahaya Merokok”.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Kepala SMA PGRI Purwoharjo;
2.      Bapak dan Ibu guru;
3.      Pembimbing karya tulis;
4.      Anggota kelompok;
5.      Semua pihak yang telah membantu penelitian ini.
Dengan karya tulis ini penulis berharap para pembaca dapat mengambil hikmah hasil penelitian yang telah penulis buat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang sepadan atas bantuan yang telah diberikan dalam menyusun karya tulis ini.



Penulis











____________________________ v ___________________________


ABSTRAKSI


Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Diantara sekian banyak kebiasaan manusia salah satunya adalah kebiasaan merokok. Merokok bukanlah hal yang di anggap tabu oleh masyarakat, merokok kebanyakan di lakukan oleh anak yang masih duduk di bangku sekolah. Ini sangat memprihatinkan bahwa di dalam rokok banyak zat beracun yang akan mengganggu kesehatan tubuh.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema. Adapun zat-zat berbahaya yang terdapat pada rokok yaitu nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hydrogen sianida, dan lain-lain.
Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap tahun, yang dampak negatifnya akan dirasakan baik cepat maupun lambat. Menurut Menteri Kesahatan Indonesia Tahun 2004 Bapak Dr. Achmad Sujudi, kebiasaan merokok di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia.
Melihat kenyataan yang ada pada uraian di atas, dapat di katakana bahwa rokok itu lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya. Apabila hal ini dibiyarkan terus-menerus, maka akan mengakibatkan permasalahn yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Seharusnya, masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh.








_________________________________ vi  ____________________________


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………    i
PERSEMBAHAN …………………………………………………………………     ii
MOTO ………………………………………………………………………………    iii
PENGESAHAN ……………………………………………………………………    iv
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….    v
ABSTRAKSI ………………………………………………………………………     vi
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………     vii
    I.            PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang …………………………………………………………….         1
1.2.Rumusan masalah ………………………………………………………….         1
1.3.Tujuan Penulisan …………………………………………………………...         1
1.4.Manfaat penelitian ……………………………………………………….....         2
1.5.Definisi operasional ………………………………………………………...         2
    II.            LANDASAN TEORI
2.1.Pengertian rokok ……………………………………………………….…        3
2.2.Zat-zat beracun dan dampaknya …………………………………………....      3
2.3.Jenis rokok ………………………………………………………………..       5
 III.            METODE PENELITIAN
3.1.Rancangan dan Jenis Penelitian …………………………………………....        6
3.2.Penentuan responden ……………………………………………………..        6
3.3.Data dan sumber data …………………………………………………….        6
3.4.Teknik pengumpulan data ………………………………………………..         6
3.5.Teknik analisis data ………………………………………………………         7
3.6.Prosedur penelitian ……………………………………………………….         7
 IV.            PEMBAHSAN
4.1.Bahaya rokok bagi kesehatan …………………………………………….        8
4.2.Bahaya yang di timbulkan rokok ……………………………………..........       8
4.3.Cara mengatasi permasalahan ………………………………………….....       10
    V.            PENUTUP
5.1.Kesimpulan ……………………………………………………………….        11
5.2.Saran ……………………………………………………………………...       11
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………   12
LAMPIRAN ………………………………………………………………………..   13



________________________________ vii _______________________________


  I.            PENDAHULUAN


1.1.LATAR BELAKANG


Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang, dan sebagainya. Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka. Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita, meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.

Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik. Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan uraian di atas penulis mengambil judul Bahaya Merokok bagi Kesehatan Tubuh Manusia.

1.2.RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah karya tulis ini adalah :
1)      Bagaimanakah pengaruh merokok bagi kesehatan ?
2)      Bagaimakah cara menghindari rokok ?
3)      Bagaimanakah cara mengatasi kecanduan merokok ?

1.3. TUJUAN PENULISAN 


Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap tahunnya, yang nantinya dampak negatifnya akan kita rasakan juga baik cepat ataupun lambat. Sehingga dengan dibuatnya makalah ini masyarakat diharapkan dapat:
a. Mengetahui tentang seluk beluk rokok dan zat racun yang dikandungnya
b. Mengetahui seberapa besar dampak rokok bagi kesehatan tubuh
c. Mengurangi bahkan berhenti merokok setelah mengetahui dampak yang di
   timbulkan

1.4.MANFAAT PENELITIAN


Manfaat penelitian antara lain :
1.      Bagi peserta didik, penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan prestasi belajar,
2.      Bagi guru Bahasa Indonesia,
3.      Bagi peneliti selanjutnya,

1.5.DEFINISI OPERASIONAL


Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran maka perlu dilakukan penegasan terhadap pengertian istilah-istilah yang digunakan. Adapun istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut.

1.      Merokok adalah Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa.
2.      Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah






_________________________________ 1 ______________________________


II.                LANDASAN TEORI

2.1. PENGERTIAN ROKOK

Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
                                   
2.2. ZAT-ZAT BERACUN DAN DAMPAKNYA

Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok. Tapi diantara zat – zat yang disebutkan tadi, ada 3 zat yang paling berbahaya yang terkandung di dalam sebatang rokok. Zat – zat itu adalah:

2.2.1.      Tar
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.

2.2.2.      Nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

2.2.3.      Karbon Monoksida (CO)
Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga dapat menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para wanita perokok lebih beresiko ( daripada wanita non perokok ) mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi ( pil KB).Karena itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog ) umumnya segan memberi pil KB pada wanita yang merokok.

2.2.4.      Sianida
senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN tidak beracun

2.2.5.      Kadmium
Suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia.

2.2.6.      Amonia
senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.

2.3.JENIS ROKOK
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokokbahan baku atau isi rokokproses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.

2.3.1.      Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
1)       Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
2)       Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
3)       Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
4)       Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.

2.3.2.      Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
1)      Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
2)      Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
3)      Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

2.3.3.      Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
1)      Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.
2)      Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkarujung rokok sama besar.
2.3.4.      Rokok berdasarkan penggunaan filter.
1)      Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
2)      Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.


_______________________________ 2 __________________________


III.             METODE PENELITIAN

3.1.Rancangan dan jenis penelitian

Dalam penelitian ini digunakan Metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang memiliki karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data lansung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif dan makna merupakan hal yang esensial.
Ada 6 (enam) macam metodologi penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu: etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories, dan penelitian tindakan kelas.
Dalam hal ini penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus (case study), yaitu: suatu penelitian yang dilakukan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

3.2.Penentuan responden

Peneliti menentukan responden dengan cara metode acak. Yaitu dari berbagai kalangan remaja, orang dewasa, perempuan ataupun laki-laki. Responden dari beberapa orang menunjukkan bahwa rokok sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

3.3.Data dan sumber data

Data dari penelitian ini berupa kesehatan dari orang yang melakukan aktivitas merokok. Sebagian besar orang-orang yang merokok mengeluh mengalami batuk-batuk dan sesak napas.
Sumber data di peroleh dari artikel dari internet, hasil wawancara, dokumen, buku, dan catatan tertulis lainnya.

3.4.Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Sebab bagi peneliti kualitatif fenomena dapat di mengerti maknanya secara baik, apabila dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara mendalam pada latar, dimana fenomena tersebut berlansung dan di samping itu untuk melengkapi data diperlukan dokumentasi (tentang bahan-bahan yang ditulis oleh atau tentang subyek).
a.       Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Maksud digunakannya wawancara anatara lain adalah (a) mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain, (b) mengkonstruksikan kebulatan-kebulatan demikian yang dialami masa lalu.
b.      Dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.
3.5.Teknik analisis data

Setelah semua data terkumpul, maka langka berikutnya adalah pengelolahan dan analisa data. Yang di maksud dengan analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain.

3.6.Prosedur penelitian

Tahapan-tahapan penelitian ini ada tiga tahapan dan ditambah dengan tahap terakhir penelitian yaitu tahap penulisan laporan hasil penelitian.

Tahap 1 :   tahap pra lapangan, yang meliputi menyusun rancangan penelitian, memilih
                  lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan
                  lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan
                  penelitian dan menyangkut persoalan etika penelitian.
Tahap 2 :   tahap pekerjaan lapangan, yang meliputi memahami latar penelitian  dan
                  persiapan diri, memasuki lapangan dan berperan serta sambil mengumpulkan
                  data.
Tahap 3 :   tahap analisis data, yang meliputi analisis selama dan setelah pengumpulan
                  data
Tahap 4 :   tahap penulisan hasil laporan penelitian.





__________________________  3 _________________________


IV.             PEMBAHASAN


4.1.BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN

Mungkin sudah bukan hal yang biasa lagi jika kita mendengar bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, karena sebenarnya sudah banyak peringatan dan pesan yang sering kita dengar dari berbagai media mengenai bahaya rokok tersebut bahkan sebenarnya sudah ada peringatan mengenai bahaya rokok tersebut di kemasan rokok itu sendiri. Tapi anehnya tetap saja masih banyak orang yang merokok, entah hanya sekedar pengen di anggap sebagai anak gaul atau mungkin sudah menjadi kebutuhan bagi dirinya. Yang jelas apapun alasannya , kita harus sejak dini mengindari rokok tersebut, sebab efek dari asap rokok tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari yang ringan hingga yang  berat yang bisa membawa kita kepada kematian. Bukan hal yang terlalu berlebihan,. Jika saya mengatakan hal tersebut, namun memang seperti itulah efek negatif dari merokok. Mungkin kita tidak akan merasakan efeknya secara langsung akan tetapi efeknya akan terasa dalam jangka waktu yang lama.
Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.


4.2.BAHAYA YANG DITIMBULKAN ROKOK

Berikut adalah beberapa bahaya atau penyakit yang di timbulkan oleh rokok :
4.2.1.      Kanker Paru
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru.
4.2.2.      Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.
4.2.3.      Kanker Payudara
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
4.2.4.      Kanker Serviks
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.
4.2.5.      Kanker Kerongkongan
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
4.2.6.      Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).
4.2.7.      Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
4.2.8.      Kanker Mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
4.2.9.      Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
4.2.10.  Serangan Jantung
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
4.2.11.  Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.
4.2.12.  Aterosklerosis
Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.
4.2.13.  Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
4.2.14.  Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
4.2.15.  Gangguan medis lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.


4.3. CARA MENGATASI PERMASALAHAN

Beberapa cara yang dapat kita lakukan supaya kit adapt terhindar dari bahaya asap rokok adalah sebagai berikut :
4.3.1.      Pedidikan keimanan yang sungguh – sungguh untuk setiap individu masyarakat agar mereka sadar betapa bahaynya menghisap rokok.
4.3.2.      Adanya teladan yang baik bagi sang anak baik di rumah, di sekolah, maupun di sekitar lingkungannya.
4.3.3.      Melarang Oknum guru untuk merokok di depan siswa saat mengajar.Mengapa? karena kita ketahui bahwa tugas guru adalah sebagai suri tauladan bagi siswanya di sekolah. Jadi wajar saja kalau guru harus memberi contoh yang baik bagi siswanya.
4.3.4.      Penyuluhan yang gencar dan intensif dari Instansi terkait. Dengan jalan ini diharapkan jumlah perokok akan berkurang, karena mereka memperoleh pengetahuan langsung tentang bahaya rokok bagi kesehatan mereka.

Bagi perokok mungkin akan sangat sulit untuk berhenti. Dengan melakukan sedikit perubahan kecil itu akan sangat membantu, terlebih lagi jika ada niat yang sungguh-sungguh.


__________________________ 4 _________________________


V.                PENUTUP


5.1. Kesimpulan

Melihat kenyataan yang ada pada uraian di atas, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak mudharatnya (dampak negatifnya) dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka. Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.


5.2. Saran

Berdasarkan uraian di atas dihimbau kepada semua orang agar dapat sadar akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, agar kesehatan mereka tetap terjaga dan dapat menjadikan tubuh mereka sehat dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.















_________________________ 5 _________________________


DAFTAR PUSTAKA



Saktyoati, D. 2008.Bahya Merokok.Depok: Arya Duta.
Permathic.,2012, Bahaya Rokok Bagi kesehatan Dan Cara Berhenti Merokok, [online], (http://permathic.blogspot.com/2012/06/bahaya-rokok-bagi-kesehatan-dan-cara.html, diakses tanggal 13 Februari 2013)
Wikipedia.,2013, Rokok, [online], (http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok, diakses tanggal 13 Februari 2013)
TRIYONO.,2009, Bahaya Rokok Bagi remaja, [online], (http://waskitamandiribk.wordpress.com/2009/12/03/bahaya-rokok-bagi-remaja/, diakses tanggal 13 Februari 2013)









_________________________ 6 __________________________


LAMPIRAN 1



Siswa          : Selamat pagi pak! 
P.Anto        : selamat pagi
Siswa          : sebelumnya apakah saya boleh meminta waktu bapak sebentar ?

P.Anto        : Oh, boleh-boleh saja
Siswa          : saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk bapak ? apakah
                      bapak bersedia ?
P. Anto       : Iya, Silahkan
Siswa          : bapak merokok ?
P. Anto       : Iya
Siswa          : alasan bapak merokok apa, pak ?”
P. Anto       : alasannya saya hanya ingin mencoba saja awalnya, tapi keterusan
                      sampai sekarang.
Siswa          : lalu, sejak kapan bapak merokok ?”
P.anto         : kira-kira baru 3 tahun terakhir ini
Siswa          : apakah setelah merokok anda mengalami gangguan kesehatan ?
P. Anto       : mungkin hanya batuk-batuk, tapi saat awal-awal saya juga mengalami
                      sesak napas.
Siswa          : dalam sehari bapak sanggup menghabiskan berapa rokok ?
P. Anto       : mungkin sekitar 1-2 pack
Siwa            : kalau satu pack itu isinya berapa pak ?
P. Anto       : satu pack itu isinya ada yang 12, ada juga yang 16, tapi kalau saya
                      biasanya yang isi 12
Siswa          : baik, kalau begitu terimakasih atas waktunya. Saya permisi dulu.
P. Anto       : Iya.






______________________ 7 _______________________


LAMPIRAN II







________________________ 8  _______________________



Credit : Yoni Maharani / XI IA 2














Tidak ada komentar:

Posting Komentar